Hendak Menikah? Pakai Motif Ukel Kanthil Lung-lungan

Hendak Menikah? Pakai Motif Ukel Kanthil Lung-lungan

Banyak motif batik yang sederhana dan anggun, cocok untuk dikenakan pada acara-acara resmi. Salah satunya di hari pernikahan. Pada hari bersejarah yang diharapkan hanya sekali seumur hidup itu, pasti kamu ingin tampil istimewa, bukan? Sekarang saya akan bercerita mengenai satu motif batik warna sogan dan pantas untuk upacara itu, yakni ukel kanthil lung-lungan.

Ukel

Ukel berarti bentuknya seperti tanda koma. Dalam istilah arsitektur Jawa, ukel bermakna gelung. Ada tangga naik di candi yang bentuknya seperti itu. Bahasa Indonesianya ialah ‘ulir’.
Ukel juga dikenal dalam bidang rias pengantin, khususnya model sanggul. Makin dekat bukan, pemakaian kata ini dalam motif kain batik yang dipakai pengantin?
Kalau kamu suka wayang, pasti tahu tokoh bernama Abimanyu. Dalam wayang kulit Jawa Timuran, sosoknya ada dua bentuk. Abimanyu Ore, rambutnya diuraikan sedangkan Abimanyu Ukel, rambutnya digelung. Biasanya yang ukel menunjukkan bahwa Abimanyu sudah dewasa.

Kanthil

Dalam bahasa Indonesia, lebih terkenal dengan nama kantil saja. Ini nama lain bunga cempaka putih. Di Filipina juga ada lho, namanya Tjampakang puti. Kantil banyak tumbuh di Jawa Tengah, tapi tersebar hampir di semua daerah di Indonesia.
Kantil artinya menggantung, seperti bentuknya. Makna ritualnya ‘kemantilmantil’. Dengan kata lain, di mana pun berada akan selalu ingat. Sekalipun sudah berbeda alam. Semakin jelaslah mengapa motif bunga kantil ini dikenakan pada pola-pola kain batik untuk pernikahan, khususnya pengantin wanita. Dikaitkan dengan cinta, diharapkan pasangan akan sulit melupakan. Kemantilmantil tadi mengingatkan saya pada suami yang tetap mengenang istrinya meski sudah bertahun-tahun meninggal. Demikian pula sebaliknya, sampai-sampai tidak menikah lagi atau bahkan ikut berpulang beberapa tahun kemudian.

Lung-lungan

Jujur, saya tersenyum-senyum membaca kata ini. Dalam bahasa Sunda, ada kata ‘alung’ atau ‘silih alungkeun’ yang artinya melempar-lempar. Jadi saya sempat terpikir ‘saling melempar’, tapi tentu terlalu jauh bila dikaitkan dengan makna dan falsafah harapan pernikahan tadi.
Lung-lungan adalah ragam hias yang ornamen utamanya adalah tanaman, daun dan bunga. Secara umum, motif ukel kanthil lung-lungan sangat bersahaja. Bukan berarti mudah, lho. Kita semua tahu bahwa pengantin, khususnya yang wanita, akan mendapat sorotan banyak orang di waktu pernikahan. Oleh karena itu kain batiknya harus dibuat seteliti mungkin.

Related Search:  kain batik untuk pernikahan - fungsi batik ukel - batik untuk pernikahan - corak kanthil - alungkeun apa artinya - makna arti motif lung lungan kembang kantil - motif kain batik untuk nikah - arti kata ukel dalam bahasa indonesia - apa kata ukel dalam bahasa daerah - batik motif ukel dan maknanya -

Tags:

Comments are closed.