Karya Batik dari Cigugur, Wilayah Kental Tradisi di Jawa Barat

Karya Batik dari Cigugur, Wilayah Kental Tradisi di Jawa Barat

Pernah ke Cigugur? Kalau suka wisata yang berbau budaya, salah satu daerah Kuningan, Jawa Barat, ini jangan sampai dilewatkan. Kegiatannya yang cukup khas adalah upacara seren taun. Ini adalah upacara adat Sunda sebagai pertanda syukur para petani, umumnya karena hasil panen. Tidak mengherankan bila objek utama pada seren taun adalah padi.
Upacara ini tidak hanya berlangsung satu hari, lho. Selama itu masyarakat meramaikan dengan sejumlah kesenian. Ada pencak silat, nyiblung (musik air), suling rando, tarawelet, karinding, suling kumbang dari Baduy, dan macam-macam lagi.
Seperti apa ya, karya batik yang lahir di tempat yang taat tradisi dan masih memelihara kesenian daerahnya tersebut? Yuk, baca terus tulisan ini.

Nilai Historis Batik Paseban

Batik Paseban adalah nama lain produk batik karya masyarakat Cigugur. Mereka benar-benar berkomitmen merawat warisan leluhur, salah satu buktinya dengan keberadaan Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur. Di situlah tempat batik dirancang. Gedung tersebut adalah bangunan bersejarah, berdiri sejak tahun 1840. Pendirinya ialah Pangeran Madrais Sadewa Alibassa Kusumah Wijaya Ningrat, putra mahkota Pangeran Gebang. Kesultanan Gebang dihancurkan oleh Belanda karena mereka menganggap penghuninya menentang program penjajah. Setelah kejadian itu, Pangeran Madrais pindah ke Cigugur.
Cucu beliaulah yang menjadi pemrakarsa batik Cigugur. Konsep pemberian sang cucu, Pangeran Djatikusumah, dibagikan kepada seniman-seniman di sekitar Paseban.

Sekelumit Motif Batik Cigugur

Keseluruhan motif batik di wilayah yang juga terkenal karena terapi ikannya ini berjumlah dua ratus. Kita tengok beberapa, antara lain Sekar Galuh yang mengandung makna manusia perlu melestarikan nilai-nilai yang diajarkan leluhur. Selain itu ada Oyod Mingmang, berupa gambar akar yang bertaut erat. Seperti demikianlah manusia idealnya, tidak retak oleh perbedaan dan senantiasa menjaga kerukunan. Masih ada lagi Mayang Segara. Segara berarti lautan luas atau samudra. Bisa diterka, maknanya adalah manusia hendaknya memiliki hati yang luas seperti samudra tadi.
Sebagai perempuan Sunda, saya paling tertarik pada motif Rereng Pwah Aci. Filosofinya ialah keragaman peran perempuan yang tidak bisa dipandang remeh dalam keluarga dan lingkungannya. Dengan kata lain, Rereng Pwah Aci menandakan bahwa perempuan bisa berkarya dan bermanfaat dalam jangka yang tidak sebentar.

Related Search:  toku baju batik di kuningan jawa barat - tempat beli suling di kuningan jawa barat - kain batik pencak silat - butik batik dikuningan jabar - batik kuningan jawa barat dan filosofinya - iket khas kuningan - motif batik kuningan jawa barat - musik tradisional nyiblung - macam-macam batik kuningan - toko batik di kuningan jawa barat -

Tags:

Comments are closed.