Sang Makhluk Legenda dalam Motif Batik Cina

Sang Makhluk Legenda dalam Motif Batik Cina

Rasanya hampir semua orang mengenal naga. Hewan mitologi ini sering diangkat dalam kisah-kisah berupa buku fantasi atau dongeng yang difilmkan. Tubuhnya sangat besar, bergigi dan bercakar tajam, mulutnya mengeluarkan api. Kesannya seram sekali, bukan? Kok bisa sih, hewan mengerikan begitu diabadikan dalam karya seni batik? Kita telusuri dulu yuk, potret-potret pemaknaan naga dalam aneka budaya di bawah ini.

Mengapa Naga Mirip Ular?

Jawabannya, karena naga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘ular’. Hewan ini kadang-kadang digambarkan mempunyai sayap. Di India, tepatnya dalam legenda yang kemudian kita kenal dengan nama wayang, naga juga populer. Pernah dengar nama Ananta, sang dewa segala jenis ular? Itu salah satu naga yang memisahkan diri dari adik-adiknya dan menyucikan diri. Nama aslinya Sesa.

Naga di Indonesia

Masyarakat suku Dayak dan Banjar, bagian dari populasi penduduk di Pulau Kalimantan, juga akrab dengan sosok naga ini. Kalau bukan dalam air, naga dikisahkan hidup dalam tanah. Sebutannya adalah Naga Lipat Bumi. Hewan ajaib ini konon merupakan perwujudan Tambun, yakni makhluk yang hidup dalam air. Naga dalam budaya Kalimantan adalah penguasa alam bawah, yang dinamai Jata atau Juata. Seru juga, ya. Siapa bilang naga hanya ada dalam legenda dan dongeng-dongeng mancanegara?
Sebelum agama Islam berkembang di kalangan suku Banjar, naga juga menghiasi arsitektur rumah-rumah. Bentuknya berupa ukiran, bersama burung enggang. Setelah Islam masuk dan dikenal aturan menghindari bentuk-bentuk makhluk bernyawa, karya arsitektur ini disamarkan menjadi tumbuhan.

Naga dan Perlambangnya dalam Batik Cina

Batik begitu memesona sehingga memikat juga bagi warga keturunan Cina. Bahkan kita sudah tahu, tidak sedikit warga tersebut yang berjasa besar dalam perkembangan batik di tanah air. Wajar saja kalau unsur budayanya dipadukan sehingga batik yang kita kenal makin lama makin variatif.
Dalam film-film, naga sering digambarkan memangsa manusia. Di Tiongkok, naga adalah bagian kehidupan sehari-hari. Diabadikan dalam bentuk lampion, perahu, juga dijadikan nama anak. Bahasa Cinanya adalah Liong. Naga ialah perlambang keberuntungan, banyak dipakai atau disisipkan dalam nama-nama tempat usaha.
Bertolak belakang dengan sifat naga yang kejam dalam film, justru makhluk khayali ini memiliki tabiat baik. Kalau tidak, tak mungkin masyarakat Cina mengaku sebagai keturunan naga, bukan? Dalam shio, arti naga adalah kebenaran, perlindungan dan keperkasaan. Sepertinya cocok juga bila batik Cina yang bermotif menyematkan naga dipakai pada kesempatan-kesempatan formal, ditambah lagi warna khas batik ini yang biasanya cerah dan mengandung warna merah.

Related Search:  batik bermotif naga berasal dari mana - nama naga dalam dongeng - motifbatikcina - kain cina motif naga - tabiat suku banjar - hewan mitologi - sang cina - dongeng cina - perkembangan batik cina di indonesia - nama hewan dalam dongeng -

Tags:

Comments are closed.